Burn After Writing (Merah Muda)






Category: Jurnal Terpandu
Tulis. Bakar. Ulangi. Kini dengan sampul baru yang cocok dengan suasana hatimu apa pun.
"Buku ini membuatku tertawa dan menangis, memenuhiku dengan kebahagiaan, dan menginspirasiku."
-Pengguna TikTok camrynbanks
Instagram, WhatsApp, Snapchat, TikTok, VSCO, YouTube... dunia tidak hanya menjadi satu umpan besar, tetapi juga satu tempat pengakuan besar.
Burn After Writingmemungkinkanmu menghabiskan lebih sedikit waktu untuk scroll dan lebih banyak waktu untuk merenung. Melalui pertanyaan-pertanyaan tajam dan eksperimen pemikiran, jurnal ini membantumu mempelajari hal-hal baru sambil melepaskan hal-hal lain. Bayangkan alih-alih mengumumkan perasaanmu kepada orang lain secara publik, kamu mengumumkan perasaanmu kepada dirimu sendiri secara pribadi?
Bantu hatimu dengan mematikan komentar dan membisukan akun-akun yang membuatmu iri selama beberapa saat setiap malam. Baik kamu sedang melalui suka duka masa pertumbuhan, atau mengenal beberapa anak muda yang mengalaminya, kamu akan berkembang dengan menemukan kebebasan berekspresi—bahkan melalui beberapa tetes air mata!
Dorong batasmu, renungkan masa lalu, masa kini, dan masa depanmu, dan buatlah buku rahasia tentang dirimu, dan khusus untukmu. Ini bukan buku harian, dan tidak ada kewajiban untuk mengunggah. Dan setelah selesai, buanglah, sembunyikan, atau Bakar Setelah Menulis.









